Selayar Mantra Cinta
Selayar Mantra Cinta Duhai jiwa yang teduhnya mengalahkan rindangnya akasia. Yang pancaran auranya menyejukkan pandangan mata. Yang tenangnya setenang air dalam telaga. "Adakah pesonamu masih kau tujukan untukku?" tanyamu. Sebilangan ranting sunyi yang meniti di kedalaman hati dan sejumlah batu resah yang telanjur basah. Demi apa kau tanya itu? Adakah kau tahu? Kaulah pesona itu Wujud nyata, telaga pesona Tempat tercurahnya air kagum dari segala indera perasa Bila teduhmu masih berlaku, andai tangan itu masih lembut membelai inginku, kan kutambatkan selayar cinta ini di dermaga hatimu. Agar mantra cinta dalam secangkir kopi malam yang lampau itu, benar-benar menjadi sekata nyata di dalam batu beraniku. Duhai, jiwa teduhku Mari aduk kembali kopi harap kita malam ini Bersama rengkuh nikmat di tiap tegukan Kita, tak perlu lagi mantra Karena selayar cinta telah menepi dermaga Cukup rasakan hangat yang menjalar di sekujur raga Maka lidah yang kelu akan menc...